NABILA MEUTIA ZAHRA

Berpacu menjadi yang terbaik

Overview Kuliah Sistem Cerdas Pertemuan Ke-2

diposting oleh nabila-m-z-fst10 pada 11 May 2015
di Umum - 0 komentar

Overview Kuliah Sistem Cerdas Pertemuan Ke-2

 

Sistem Cerdas adalah  sistem pada suatu alat atau mesin yang dibuat hampir sama dengan pemikiran manusia. Alat tersebut memiliki kendali seperti manusia yang dijalankan sesuai perasaannya saat melihat suatu kondisi yang akan dihadapi. Sistem pada alat ini juga dibuat agar dapat “berperilaku” seperti manusia, juga mampu menyerap pengalaman dan mampu bertindak berdasarkan pengalaman tersebut, sehingga sistem ini seolah-olah mempunyai kehendak sendiri dan mampu berpikir seperti halnya manusia. Garis besar permasalahan yang ada di alam semesta ini dapat dibagi menjadi 2 berdasarkan cara penyelesaiannya. Yang pertama ialah permasalahan pada area tidak sensitif (fix problem) dimana segala permasalahan yang berada di area ini dapat diselesaikan dengan menggunakan kaidah linear sehingga dapat terprediksi, sedangkan yang kedua adalah permasalahan yang berada pada area sensitif, yakni permasalahan yang hanya dapat diselesaikan dengan menggunakan kaidah non-linear dimana kita tidak dapat memprediksikan hasil apa yang akan muncul.

Sistem  Cerdas termasuk dalam kajian non-linear programming. Seperti yang telah kita ketahui, non-linear programming merupakan pemrograman yang digunakan untuk menangani kasus atau masalah-masalah yang bersinggungan dengan sistem-sistem yang membutuhkan sensitivitas tinggi. Apa maksudnya sistem yang sensitif itu? Sistem yang sensitif itu adalah sistem yang mudah berubah. Sistem yang sensitif itu adalah sistem yang nilai outputnya bisa sama apabila inputnya berbeda-beda, atau bisa juga sistem yang memiliki input yang sama tapi outputnya bisa jadi berbeda-beda. Maka untuk mengatasi sistem yang sensitif seperti ini diperlukan non-linear programming dimana AI merupakan salah satu jenis dari non-linear programming ini. Sebaliknya, untuk sistem yang fix, tidak diperlukan AI, cukup menggunakan pemrograman biasa.

Pada wilayah sensitive maka kita menggunakan Non Linier Program. Salah satu contohnya ada pada pendeteksi Plat Nomer pada Kendaraan. Ketika kita menganalisa plat nomer, ada wilayah wilayah  yang bukan wilayah sensitive. Bagaimana kita menentukan ruangan letak plat nomer ini ( fixed programming ) . Bagaimana mendapat kotak plat nomer ( pada image prossesing bukan neural network ) untuk mencari warna dari plat nomer. Kemudian wilayah sensitive dari programming ini adalah dimana mengajarkan pada neural berbagai macam bentuk dan ukuran pada angka. Yang harus diajarkan pada neural yaitu meaning full area. Artinya memperkenalkan area yang hanya akan dipelajari (dideteksi) oleh neural. Selain itu , tidak perlu dikenalkan pada neural.Contohnya,  Apabila angka 5 saja yang dibutuhkan , maka hanya angka 5 yang diperkenalkan pada neural. Semakin banyak area yang tidak seharusnya dipelajari oleh neural, maka semakin lama proses pembelajarannya.

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :